Mengejar Dahlan Iskan


Saya, Ibu Ribka Tjiptaning dan Pak Arif Minardi tadi jam 7.00 pagi ada di Capital Residence, SCBD, tempat tinggal Pak Dahlan Iskan..
Tujuan kedatangan untuk silaturahmi kepada Beliau dan menjelaskan pentingnya Meneg BUMN hadiri Undangan DPR sesuai dengan UU MD3.
Namun ybs tidak ada di tempat.
Kami tetap akan berupaya agar Dahlan Iskan dapat hadiri Rapat yang dijadwalkan siang ini jam 14.00
Serikat Buruh pun sudah menunggu di DPR, menunggu nasib mereka yang tidak jelas.
Jika Dahlan juga tidak mengindahkan masalah ketenagakerjaan di BUMN yang sudah akut ini, maka Dahlan Iskan, tidak hanya melecehkan DPR, tapi juga melecehkan Buruh.
Sebagai tambahan, UU MD3 yang sebelum yang baru ini diberlakukan memberikan sanksi 1 tahun pidana bagi pelanggaran yang serupa seperti dilakukan Dahlan Iskan ini.
UU MD3 yang sekarang ini mengamanatkan untuk panggil paksa saja. Jika juga tidak berhasil, DPR dapat melakukan sandera selama 15 hari.
Kami serius mendesak Dahlan untuk memahami masalah ini.

Surat Dari Keluarga Annisa (Mahasiswi Korban Lompat Angkot)

Kemarin saya mendapatkan surat dari Keluarga Annisa Azwar, Mahasiswi yang meninggal dunia pasca lompat dari kendaraan angkutan umum yang dinaikinya. Annisa berusaha menghindar dari ancaman kejahatan, oleh karena itu Ia lompat dari kendaraan yang dinaiki. Annisa tidak dapat diselamatkan karena adanya penolakkan dari Rumah Sakit.

Saya mengimbau agar semua Rumah Sakit dapat mendalami UU tentang Rumah Sakit, yang jelas-jelas mewajibkan RS untuk menangani Pasien, terutama yang dalam keadaan gawat darurat.

Saya pun mendesak Kementerian Kesehatan RI untuk memberikan sanksi bagi setiap RS yang tidak mengindahkan UU tentang Rumah Sakit tersebut.

Semoga Annisa dapat berada dengan tenang di Pangkuan Allah SWT.

Keluarga besar (Almh) Annisa Azwar
Balai Gurah, Ampek Angkek Kabupaten Agam
Sumatera Barat – 26191

Balai Gurah, 18 Maret 2013
Kepada Yth:
Bpk Dr. Poempida Hidayatulloh, BEng (Hon), PhD, DIC
Anggota DPR RI/ A 182
Di
Senayan – Jakarta

Assalaamu’alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuhu
Pertama sekali terimalah ungkapan terima kasih dan maaf kami yang sedalam-dalamnya, karena baru saat inilah kami dapat menghubungi Bapak berkaitan dengan musibah yang kami alami dengan wafatnya putri kami Annisa Azwar dalam peristiwa kecelakaan Februari 2013 yang lalu.
Berkenaan dengan musibah ini, kami telah menerima simpati, rasa berbelasungkawa dan do’a agar kami tabah dan ikhlas. Hal yang sama juga kami terima dari Bapak.
Semua itu mampu menumbuhkan keikhlasan kami dalam menerima musibah yang kami alami serta membuat kami tabah menjalaninya, dan bangkit untuk menapaki jalan kami selanjutnya. Khusus kepada Bapak, berkaitan dengan surat Ucapan Belasungkawa dari Bapak yang kami terima tanggal 10 Maret 2013 yang lalu, kami dari keluarga besar Annisa Azwar;
•Menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas rasa simpati dan do’a bagi putri kami serta keluarga yang ditinggalkan.

•Semoga dengan musibah ini, kami dari keluarga besar Annisa Azwar dapat menjalin shilaturrahim dan kekeluargaan dengan Bapak.
•Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dari Bapak atas musibah yang kami alami.
Demikianlah ungkapan yang tulus ikhlas dari kami, semoga persaudaraan dan kekeluargaan kita dapat terjaga dalam ridha dan kasih sayang dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.
Wassalaamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuhu
a.n Keluarga Besar (Almh) Annisa Azwar

1. Azwar 2. Amrul Fakri
Orang Tua Mamak

surat annisa

Bongkar Masalah Ketenagakerjaan di BUMN!

Tadi siang, jam 11.30, saya dan teman-teman dari Serikat Pekerja BUMN Bersatu berdiskusi singkat tentang masalah ketenagakerjaan yang berada di lingkungan BUMN.
Keluhan teman-teman serikat pekerja ini adalah masih kentalnya sikap feodalisme dari direksi BUMN yang memperlakukan semena-mena para buruh dan pekerja di BUMN.
Mereka sangat berharap, Meneg BUMN, Dahlan Iskan dapat mengambil tindakan kongkrit, agar masalah-masalah serupa tidak terjadi berulang kemudian di masa depan. Sehingga komitmen dan “political will” dari Meneg BUMN sangat diperlukan dalam menuntaskan masalah yang ada.
Komisi IX DPR RI sangat prihatin dengan keadaan ini, dan berharap BUMN dapat menjadi teladan bagi sektor swasta dalam konteks ketenagakerjaan. Selain itu diharapkan BUMN dapat merealisasikan amanat UUD dalam konteks mensejahterakan seluruh Rakyat, termasuk Rakyat yang bekerja di lingkungan BUMN.
Semua serikat pekerja BUMN meminta agar Dahlan Iskan dapat hadir di DPR dan memberikan solusi untuk masalah yang ada. Apabila Dahlan Iskan tidak dapat hadir, maka Serikat Pekerja BUMN bersatu ini siap mengawal agar Dahlan, dapat dipanggil Paksa oleh DPR. Hal ini karena sudah kali ketiga, Dahlan tidak hadir setelah diundang untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat oleh Pimpinan DPR-RI.

Dahlan Iskan Melecehkan Buruh

Setelah 3 kali mangkir dari undangan DPR RI, khususnya dengan Komisi IX, Dahlan Iskan akan dipanggil paksa untuk hadir dalam Rapat membahas permasalahan ketenagakerjaan yang berada dalam lingkungan BUMN.
Sikap yang diperlihatkan oleh Dahlan Iskan ini bukanlah suatu sikap seorang negarawan yang mematuhi tata laksana bernegara yang baik.
Tidak hanya dia tidak ambil peduli dengan adanya hak pengawasan DPR RI. Namun, sikap seperti ini jelas merupakan suatu sikap pelecehan terhadap Para Buruh dan Pekerja.
Dahlan seyogianya memahami pentingnya masalah ketenagakerjaan adalah bagian yang penting dalam menciptakan “good corporate governance” di semua BUMN.
BUMN diciptakan untuk mensejahterakan Rakyat. Rakyat yang bekerja di BUMN perlu mendapatkan hak kesejahteraan ini. Bagaimana mereka kemudian bisa menjadi sejahtera apabila tidak ada keberpihakan dan keadilan kepada Para Buruh dan Pekerja ini?
Penulis mengimbau agar Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, segera mengambil langkah-langkah kongkrit dalam menyelesaikan berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang ada di BUMN ini.

Misteri Peluru Nyasar: Korban (Bayi) Meninggal

Bayi Fatir, korban peluru nyasar akhirnya meninggal dunia semalam, Kamis 23.50 WITA. Penulis menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Bayi Fatir ini.
Sampai saat ini misteri peluru nyasar belum juga terkuak.
Seperti penulis sampaikan sebelumnya bahwa tidak ada alasan bagi pihak kepolisian untuk tidak melakukan penyelidikan secepatnya.
Basis dari penyelidikan tidak hanya dari proyektil/peluru yang masih bersarang di kepala korban.
Jika pihak kepolisian hanya mengacu pada basis penelitian balistik proyektil, ini tidak tepat.
Karena secara fisika dan matematika dapat dilakukan simulasi yang berupa ekstrapolasi dengan memakai variabel

image

sudut jatuhnya proyektil dan “muzzle velocity” (kecepatan peluru saat ditembakan) dari berbagai jenis senjata dan pelurunya. Sehingga dapat dipastikan radius asal penembakan.
Dengan menyisir daerah dalam radius itu dan melakukan pencarian fakta berdasarkan kesaksian tentang letupan senjata api maka akan dapat lokasi penembakan.
Apabila proses penyelidikan ini terasa lambat, penulis mempunyai praduga bahwa kasus ini terkesan ditutupi. Karena bisa saja ini akibat dari oknum aparat sendiri.
Apa pun yang terjadi sebenarnya, siapa pun pelakunya, demi kebenaran harus diungkap.
Pihak kepolisian tidak perlu ragu lagi menindaklanjutinya.