Membangun Bangsa dan Menyelamatkan Masa Depan (Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan)

Membangun Bangsa dan Menyelamatkan Masa Depan
(Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan)
Oleh DR. Poempida Hidayatulloh
Isu lingkungan telah menjadi isu global yang harus disikapi semua insan secara
responsif dan bertanggung jawab. Hal ini didorong dengan berbagai faktor yang tidak jauh
berkaitan dengan isu pemanasan global dan isu bencana alam sebagai akibat turunan.
Berbagai fenomena dan kejadian alam belakangan ini muncul di bumi pertiwi
tercinta ini. Hujan es di bandung, cairnya salju abadi di jayawijaya, banjir, longsor, angin
ribut dan angin topan di beberapa daerah merupakan kejadian yang tidak bisa dilepaskan
dari dampak perusakan lingkungan.
Lingkungan selalu terkait dengan kondisi Bumi, Udara dan Air. Kita semua tahu
bahwa keberlangsungan dari ketiga faktor tersebut untuk kehidupan manusia selalu
menjadi isu sentral. Jika udara terpolusi, air terkontaminasi dan bumi menjadi gersang,
bagaimana nasib kehidupan masa depan? Singkatnya, berbicara lingkungan adalah
berbicara tentang hajat hidup orang banyak di masa depan.
Di lain pihak, di tengah dahsyatnya persaingan global, Bangsa Indonesia sangat
memerlukan suatu kemapanan yang kompetitif terutama di bidang ekonomi. Oleh karena
itu pembangunan ekonomi yang melalui pembangunan yang progresif dan agresif di segala
bidang perlu digalakan untuk mencapai tingkat kemapanan yang kompetitif tadi.
Pembangunan terutama infrastruktur dan ekploitasi sumber daya alam yang agresif dan
tidak bertanggung jawab dapat mengakibatkan percepatan perusakan terhadap lingkungan.
Analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dalam berbagai proyek pembangunan belum
mencapai target konservasi lingkungan yang dikehendaki dikarenakan kurangnya penegakan
hukum dan masih banyaknya pnyelewengan dalam implementasi Amdal tsb. Hal ini
menjadikan suatu dilematika yang harus dicari jalan keluarnya.
Dalam menghadapi dan mencari solusi dari suatu dilematika umumnya harus
dilakukan pendekatan yang kompromistis. Dalam hal konservasi lingkungan ini, kompromi
tidak boleh sama sekali di lakukan. Seluruh usaha Bangsa ini sudah seyogyanya ditujukan
untuk impelementasi konservasi lingkungan. Karena hanya dengan konservasi lingkungan
eksistensi Bangsa ini akan semakin panjang. Lalu, jika demikian apakah kita harus
mengorbankan pembangunan ekonomi demi konservasi lingkungan? Jawabnya tentu tidak.
Konservasi lingkungan dan percepatan pembangunan dapat secara bersamaan
dilaksanakan, yang diperlukan adalah strategi dalam memberikan prioritas dalam
implementasi pembangunan tersebut. Selain daripada itu banyak sekali berbagai sektor
yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan tetapi dapat menjadi basis percepatan
pembangunan ekonomi yang fundamental.
Hutan adalah suatu aset lingkungan yang tidak ternilai harganya. Tidak hanya hutan
merupakan penyedia air alami yang bersih dan penyangga struktur tanah tetapi juga hutan
merupakan produsen oksigen dan udara bersih. Oleh karena itu sudah seyogyanya
eksistensi hutan harus secara serius dilestarikan. Karena pada suatu saat di masa
mendatang nanti hutan akan menjadi sumber daya alam yang tidak ternilai harganya yang
akan jauh lebih mahal dari sumber daya alam seperti minyak bumi dan barang tambang
lainnya. Pembalakan hutan liar memang harus mendapatkan sanksi yang seberat-beratnya.
Usaha penanaman dan penghijauan kembali hutan gundul harus segera dilaksanakan
dengan sungguh-sungguh, bahkan program insentif harus diberikan kepada mereka yang
terlibat di dalamnya. Selain daripada itu penjagaan terhadap hutan-hutan yang rentan
terhadap kebakaran pada saat musim kering harus ditingkatkan, karena hutan yang terbakar
tidak akan mempunyai nilai apa pun.
Tanah, air dan udara di daerah pasca eksploitasi tambang dan minyak bumi sudah
dipastikan rusak. Oleh karena itu reklamasi, reboisasi dan pengembalian unsur hara di
lahan-lahan bekas tambang dan sumur minyak bumi tersebut harus menjadi program pokok
pasca eksploitasi dari para kontraktor. Apabila tidak dilaksanakan harus segera diberlakukan
sanksi yang seberat-beratnya.
Pembangunan infrastruktur harus benar-benar memperhatikan nilai-nilai untuk
menjaga segala dampak terhadap lingkungan. Stabilitas struktur tanah harus senantiasa
menjadi fokus utama dalam pembangunan infrastruktur. Selain daripada itu juga strategi
pembangunan saluran pembuangan limbah sebagai penunjang pembangunan infrastruktur
harus dirancang untuk tidak langsung merusak dan mengkontaminasi air dan tanah di
sekitarnya. Pembuangan limbah yang langsung melalui jalur aliran air sungai tidak dapat
diterima. Tata kota harus memperhatikan strategi penyerapan, agar tidak terjadi genangan
air dan banjir pada saat hujan lebat. Genangan air dapat menjadi sumber tumbuhnya segala
mikro-organisme yang menyebabkan berbagai penyakit.
Emisi karbon yang disebabkan oleh berbagai proses pembakaran harus dapat diatur
dengan tegas. Pembatasan emisi karbon mulai dari kendaraan bermotor, pabrik-pabrik
sampai ke pembangkit tenaga listrik harus diberlakukan. Fakta mengatakan dibeberapa kota
industri besar dunia kandungan oksigen di udara disekitarnya telah mengalami penurunan
yang diakibatkan oleh pencemaran emisi karbon dan kurangnya daerah hijau sebagai
produsen dari oksigen. Dengan demikian suatu saat di masa depan kadar oksigen di kotakota
tersebut akan semakin menipis jika tidak ada tindakan pencegahan lebih lanjut.
Jika memperhatikan fakta-fakta yang ada seperti di atas, maka penataan strategi
konservasi jelas harus dilakukan sedini mungkin dan bersifat preventif. Karena sekali saja
terjadi perusakan atau pencemaran dapat menimbulkan dampak yang berlipat ganda. Selain
dari pada itu juga akan dibutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mengembalikan atau
me-recover kepada keadaan asalnya. Tidak hanya itu saja dampak lingkungan yang terjadi
melalui proses kimia, dapat berakibat fatal yang tidak dapat diproses-balik (irreversible)
atau dikembalikan ke asal (irrecoverable).
Di tengah keadaan harga energi yang melambung tinggi sebagai rentetan dari
mahalnya harga minyak, seharusnya membuat sadar semua pihak akan betapa pentingnya
penggunaan energi terbarukan (renewable energy) yang ramah lingkungan. Konversi energi
potensial air menjadi listrik, penggunaan turbin yang digerakan angin untuk pembangkit
listrik, pemanfaatan energi dari sinar surya untuk mendapatkan listrik, bahkan pengolahan
sampah rumah tangga untuk menghasilkan listrik adalah berbagai cara untuk
mengeksploitasi pemanfaatan energi terbarukan. Ada sebagian pihak yang berpendapat
bahwa dengan kebutuhan energi yang begitu besar untuk semua lapisan masyarakat,
hampir dipastikan jika energi terbarukan tidak akan mencukupi untuk pemenuhan
kebutuhan tersebut. Ini tidak benar. Kata kuncinya adalah pembangunan yang terencana
secara strategis. Tentunya sejalan dengan pertumbuhan populasi kebutuhan akan energi
pun senantiasa akan meningkat. Oleh karena itu penyesuaian yang responsif akan
kebutuhan tersebut dapat menyediakan jawabanya. Kendalanya, banyak terjadi dalam halhal
non teknis seperti masalah birokrasi yang lambat, masalah sosial, dan masalah
transparansi peraturan yang tidak efektif.
Pemetaan yang dilakukan oleh pemerintah pada saat ini dalam hal pembangunan
energi terbarukan adalah sangat minim dibandingkan dengan permintaan kebutuhan yang
begitu besar. Bahkan boleh dikata pemetaan yang dilakukan masih dalam ruang lingkup
riset dan pengembangan. Ini menunjukan bahwa keseriusan pemerintah dalam menggali
potensi energi terbarukan boleh dibilang diragukan. Padahal seperti telah ditekankan di atas
bahwa implementasi energi terbarukan bukan hanya untuk masa kini, tapi juga merupakan
solusi untuk beberapa dekade ke depan.
Seyogyanya pemerintah segera secara nyata melakukan tindakan-tindakan untuk
menstimulasi tumbuh-kembangnya pembangunan yang berbasis lingkungan terutama
dalam hal penyediaan energi. Revisi peraturan-peraturan yang lebih efektif dan transparan
harus segera diselesaikan. Sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya konservasi
lingkungan harus lebih digalakan. Insentif bagi para pelaku usaha yang
mengimplementasikan konservasi lingkungan harus diformulasikan. Dengan demikian,
harapan anak dan cucu bangsa ini di masa depan akan semakin cerah, karena mereka tidak
akan terwarisi berbagai masalah akibat perusakan lingkungan, namun mereka akan
terwarisi suatu aset yang sangat berharga bagi umat manusia di masa datang.

Share this

3 pemikiran pada “Membangun Bangsa dan Menyelamatkan Masa Depan (Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan)

  1. Bagus boss, sedikit saran bgmnpun SDA yg tdk pernah diaudit adalah sumber mega korupsi, jd selamatkan SDA dg audit dulu sblm punah, salam perjuangan !

Tinggalkan Balasan