Konsintensi Independensi Partai Politik

Koalisi Partai di Indonesia yang belakangan ini banyak menunjukan dukungan kepada pemerintah terpilih ternyata dalam waktu yang tak sampai seumur jagung telah mengalami reposisi. Hal ini sangat terlihat dengan mata telanjang dari aksi-aksi parpol belakangan ini yang senantiasa memberikan image bersih, ingin transparan dan yang paling getol dalam membongkar skandal Bank Century.
Jika melihat sepak terjang para Anggota Pansus Century, sangat terasa sekali bahwa Fraksi dari Partai Koalisi pendukung pemerintah membiarkan fraksi Demokrat untuk bersolo karir bermain di lapangan yang berbeda.
Inilah refleksi dari perhelatan parpol belakangan ini. Langkah-langkah yang diambil oleh Parpol sangat Elit-sentris. Hampir sangat sulit ditemukan budaya politik yang demokratis dan transparan.
Semua pertimbangan selalu berbasis kepada kepentingan elit parpol.
Seyogyanya, Parpol harus dapat menjadi medium yang mumpuni bagi tersalurnya aspirasi Rakyat.
Memang benar Parpol harus menyiapkan kader-kader untuk menjadi pemimpin baru. Tapi bukan berarti menjadi ajang permainan para elit semata.
Independensi Parpol selalu menjadi masalah. Bagaimana pun juga “survivability” Parpol masih tergantung kepada para elitnya dan kekuasaan.
Parpol telah menjadi kendaraan bagi para elit parpol untuk mendapatkan kue kekuasaan.
Hilangnya militansi dari kader-kader parpol pun adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hubungan sebab-akibat yang elit sentris tadi.
Jika ingin Parpol kembali ingin menghapus gejala peyoratif yang tengah berjalan, kini sudah saatnya Parpol untuk segera dapat melakukan reposisi menuju arah independensi.
Melalui tanyangan, berita dan liputan yang dimunculkan berbagai jenis media, membuat peran Parpol selalu berada dalam kaca pembesar publik.
Jika reposisi Parpol tidak dilakukan secara Iminent, Parpol hanya akan menjadi kendaraan mahal bagi para petaruh politik dalam judi kekuasaan.

Share this

Tinggalkan Balasan