Cara Mengidentifikasi Aktor/Aktris di Video

Gemparnya Video mesum Ariel Peterpan dan Luna Maya, yang konon kabarnya telah beredar ke seluruh dunia, memunculkan suatu polemik baru mengenai siapa pelaku atau pemeran sebenarnya yang ditayangkan di video tersebut.

Yang jelas, kawan Saya yang pengamat telematika, Roy Suryo, memang telah mengkonfirmasi bahwa video tersebut memang asli, artinya bukan merupakan rekayasa dengan dibuat suntingan tambahan sehingga aktor/aktris nya bisa menjadi mirip seseorang. Untuk mengetahui keaslian video tersebut bukan merupakan suatu pekerjaan yang sulit, tinggal mengambil gambar (still picture) secara acak dan melakukan test konsistensi pixel (bagian terkecil dari gambar digital). Jika ternyata semua data pixel nya konsisten tidak ada suatu degradasi yang signifikan, maka dapat disimpulkan video tersebut bukan hasil rekayasa. Bung Roy, telah melakukan hal ini.

Namun, konfirmasi Roy Suryo ini belum sampai menyentuh identitas si pelaku yang ditayangkan di Video tersebut.

Bahkan Menkominfo, Bang Tifatul Sembiring merasa penting mengangkat isyu “mirip” dari pelaku video, dengan membuat statement kontroversial tentang “mirip” dalam kaitan Yesus dan Nabi Isa.

Oleh karena itu, saya merasa terpanggil untuk memberikan sedikit masukan kepada banyak pihak yang memang membutuhkan kepastian informasi tersebut.

Pada saat saya mengerjakan riset Doktoral saya tentang modelling, saya sempat meneliti metode “image processing” (memproses gambar) dalam kaitan untuk “image recoginition” (pengenalan gambar). Banyak cara untuk dapat mengenali image/gambar dalam hal ini. Baik gambar tetap maupun bergerak tidak ada masalah.

Pada dasarnya semua data digital yang ada di suatu video dapat dijadikan basis untuk pengenalan. Mulai dari suara di video dapat digunakan untuk mengidentifikasi si pelaku. Karena suara setiap individu unik sekali dan masing-masing orang mempunyai ke khas-an dalam aksentuasinya.

Lalu di dalam digital video, pasti ada data digital mengenai kapan dan dengan menggunakan apa video tersebut dibuat. Ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan lokasi, waktu dan alat pembuatan video tersebut.

Yang paling mutakhir sebetulnya adalah dengan memakai pendekatan “Face Recognition” (Pengenalan wajah). Dengan akurasi yang sudah sangat baik dan canggih metode face recognition ini sudah banyak dipakai sebagai metode dalam bidang security untuk mengidentifikasi teroris.

Tidak ada alasan metode yang sama untuk tidak dipakai untuk mengidentifikasi si pelaku video mesum di atas. Jika konfirmasi ini memang diperlukan untuk mengakhiri polemik seputar isyu tersebut, maka segera saja dilaksanakan oleh para pihak yang berkepentingan. Toh biayanya pun tidak terlalu mahal.

Semoga saja masukin ini bermanfaat untuk mempertahankan kehidupan Bangsa Indonesia yang beradab.

By Dr. Poempida Hidayatulloh

Share this

6 pemikiran pada “Cara Mengidentifikasi Aktor/Aktris di Video

  1. perangkat lunak terkait face recognition kerap menggunakan neural network perceptron modeling yang memang semestinya sudah digunakan dalam cyber-forensic kita. Identifikasi dengan menggunakan teknologi ini memang dapat dikatakan mudah dilakukan namun pengakuan tentu akan lebih penting. Bisa dibayangkan jika neural modelling menunjukkan bahwa video tersebut dikatakan sebagai selebriti yang bersangkutan tetapi yang disangkal dengan kuat oleh yang bersangkutan. Dalam hal ini, pemodelan identifikasi menjadi tidak valid, dan forensik kepolisian mestinya lebih jauh menggunakan teknik pemodelan lain untuk tracing persebaran, IP zero dalam persebarannya dan sebagainya…

    Indonesia telah banyak dimakan resources-nya untuk isu mirip-mirip artis ini, sungguh disayangkan negara kepulauan terbesar di dunia dengan penduduk 230 juta ini disedot oleh hal serupa ini…

    -qs

  2. Cara yang akurat dan tepat supaya masyarakat tidak bertanya tanya adalah pelaku dengan berbesar hati mengaku….but will they do?

    Kalau saat ini, masyarakat sudah dibuat bingung, terlalu diekspose sampai bosen, seakan akan tidak ada masalah lain yg lebih urgent untuk dibicarakan oleh negara ini. Ujung2nya nanti ngambang dan gak ada keputusan jelas 🙂

    Anyway, good article mas!

  3. Berarti bolanya di tangan penyidik, mau atau tidak mau. Pertanyaan besar kalau tidak mau ? Jgn2 minta jatah kulit ketemu kulit juga 🙂

  4. ternyata tdk sulit …. yg sulit itu “memperpendek” issue .. nunggu sby bicara shg masuk agenda nasional. Kpn satu masalah diselesaikan dengan “tempo yang sesingkat-singkatnya”? kayaknya hanya satu bagi polri yaitu “terorisme”.

Tinggalkan Balasan