Kebijakan Pemerintah Semakin Tidak “Pro Job”

Belum juga berakhir polemik rencana Pemerintah yang akan meratifikasi FCTC (Framework Convention for Tobacco Control) yang akan menekan industri rokok lebih jauh dan mengancam keberadaan pekerja pabrik rokok dan petani tembakau, kini Pemerintah berencana menaikkan PPnBM untuk kendaraan CBU mewah dengan CC 3000 ke atas.
Hal ini jelas terlihat tidak adil, apalagi jika membuat klasifikasi kendaraan mewah melalui basis ukuran mesin.
Jika memang Pemerintah bermaksud menekan basis impor kendaraan CBU, sebaiknya dilakukan secara totalitas tidak memandang basis ukuran mesin.
Dengan demikian Industri Otomotif dalam bentuk asembli CKD akan menggeliat, ini jelas akan menyerap tenaga kerja yang lumayan.
Strategi yang tepat dalam menciptakan tenaga kerja sangatlah diperlukan. Mengingat penurunan angkatan kerja yang signifikan dari Februari 2013 ke November 2013 sesuai dengan data yang dilansir BPS.
Kebijakan yang tidak adil dan tidak tepat seperti kenaikan PPnBM ini jelas bisa membuat masalah tenaga kerja lebih jauh.
Pabrik otomotif Chrysler yang berencana membangun Pabrik di Indonesia di tahun 2015 terancam akan membatalkan rencana tersebut, padahal pabrik tersebut berpotensi menyerap sekurang-kurangnya 10 ribu tenaga kerja.
Data yang tercatat sekarang pun Chrysler melalui agennya di Indonesia telah menyerap tenaga kerja sebesar 1200 orang.
Saya menghimbau Pemerintah untuk menunda dan mengkaji ulang kebijakan tersebut. Memang dengan sulitnya keadaan ekonomi dunia yang berpengaruh kepada ekonomi nasional seharusnya Pemerintah berpikir lebih strategis dalam membuat suatu kebijakan, agar kemudian tidak terjadi momentum yang hilang. Terlebih lagi janji dari Pemerintah dalam konteks pembanguna harus berbasis “Pro Job”.

Share this

Tinggalkan Balasan