Menakar Kenegarawanan Aburizal Bakrie

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) selama ini menampilkan sebagai sosok seorang philantropist yang sudah tidak memikirkan kepentingan dirinya lagi karena telah mampu secara ekonomi, dan bermaksud mendedikasikan dirinya untuk kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara. Hal ini tentu adalah suatu sikap kenegarawanan yang sangat baik, jika kemudian seorang ARB dapat menjaga konsistensi sikap tersebut.
Awal dari agenda pencalonan ARB sebagai Ketum Golkar diposisikan sebagai penyelamat Golkar, di mana ARB menawarkan solusi pendanaan abadi Golkar sebanyak 1 Triliun Rupiah. Sehingga di kemudian hari, Partai Golkar dapat mencapai suatu kemandirian dalam konteks finansial. Jika ini terealisasi, jasa ARB tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh kader Partai Golkar sepanjang jaman.
Gedung Partai Golkar setinggi 25 lantai pun dijanjikan ARB, dan tentu jika kemudian terbangun akan menjadi legacy ARB yang monumental.

Selanjutnya, ARB pun harus menyandang tugas berat sebagaimana diamanatkan oleh Munas 2009. Amanat Munas Partai Golkar tahun 2009 silam yang sangat penting adalah mewujudkan Catur Sukses Partai Golkar. Adapun keempatnya adalah sebagai berikut:
1. SUKSES KONSOLIDASI DAN PENGEMBANGAN PARTAI GOLKAR.
2. SUKSES KADERISASI DAN REGENERASI.
3. SUKSES KEMANDIRIAN, DEMOKRASI DAN PEMBANGUNAN YANG BERKESEJAHTERAAN.
4. SUKSES PEMILU 2009 – 2014

Sebagai seorang negarawan sejati, ARB seyogianya segera melakukan introspeksi atas segala janji dan amanat yang disandang seperti dipaparkan di atas.
Unsur terpenting dari seorang Negarawan adalah komitmen dan konsistensi dalam mewujudkan segala apa yang menjadi tanggung jawabnya, sebelum kemudian dia dapat mewujudkan aspirasi dan kepentingan rakyat banyak. Karena tanpa unsur yang pertama tujuan yang kedua tidak akan pernah terjadi.

Salam Revolusi Mental
Poempida Hidayatulloh

Share this

2 pemikiran pada “Menakar Kenegarawanan Aburizal Bakrie

Tinggalkan Balasan