Satu Hidup Satu Partai, Yang mana ya?

Pada dasarnya apa yang diputuskan oleh Kemkumham dalam konteks dualisme Munas Partai Golkar adalah suatu sikap yang obyektif dan netral. Karena apa pun kemudian yang diputuskan oleh Kemkumham akan tetap dilanjutkan ke proses hukum.

Yang jelas kita semua tahu bahwa pada proses hukum yang berlaku masalah tidak akan selesai dalam jangka waktu yang cepat. Dan dualisme ini jelas akan merugikan Partai Golkar. Di mana segala energi dan potensi Partai yang ada pada Golkar akan tercurahkan dalam masalah dualisme ini. Sehingga upaya Partai untuk melakukan konsolidasi ke dalam dan memperkuat strategi untuk pemenangan di 2019 menjadi terlupakan. Hasil akhirnya, sudah bisa dipastikan bahwa Golkar akan sulit menang.

Partai Golkar diambang kehancuran. Dan ironisnya bisa jadi yang menghancurkannya adalah kader-kader Golkar sendiri. Semoga saja seluruh kader Golkar segera menyadari akan hal ini. Betapa Partai ini berada di ambang kehancuran. Rekonsiliasi harus segera terjadi. Tidak boleh ada dualisme lagi.

Saya menganut prinsip 1 hidup 1 partai, tapi saat ini sungguh sedih melihat terjadinya dualisme Golkar ini.

Hiduplah Golongan Karya Semoga Tuhan Selalu Melindunginya.

Share this

Satu pemikiran pada “Satu Hidup Satu Partai, Yang mana ya?

Tinggalkan Balasan