Catatan Untuk Kabinet Kerja

Bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya bermaksud mengucapkan selamat dan selamat bekerja kepada rekan-rekan saya yang terpilih menjadi menteri-menteri di Kabinet Kerja.
Saya pribadi berharap kepada seluruh masyarakat agar memberi kesempatan Kabinet Kerja untuk menunjukkan prestasinya.
Namun demikian ada beberapa catatan yang saya rasa penting agar kinerja dari Kabinet dapat terukur secara proporsional. Ada pun catatan-catatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Berbagai masalah yang selalu muncul secara berulang di Indonesia ini dikarenakan lemahnya pengawasan di berbagai sektor. Tidak hanya dalam konteks anggarannya saja namun secara sistem pun tidak ada suatu mekanisme pengawasan yang mumpuni.
2. Pengawasan yang ada harus kemudian dapat ditindaklanjuti dalam konteks penegakan hukum yang tegas sehingga terjadi efek jera bagi para pelanggar hukum. Di sinilah kunci agar problematika tidak terjadi secara berulang.
3. Tekanan berat politik senantiasa menanti dari koalisi sebelah. Sehingga apa yang menjadi isu tentang berbagai kebocoran dan problematika Bangsa lainnya yang menjadi jargon-jargon kampanye koalisi lawan harus berhasil dibuktikan dapat diselesaikan oleh Kabinet Kerja.
4. Pemberantasan Korupsi dan masalah hukum lainnya harus menjadi KEWAJIBAN untuk ditegakkan dan bukan menjadi suatu prestasi kerja.

Saya pikir itulah beberapa Poin yang sangat penting untuk dijadikan panduan bekerja bagi para Menteri di Kabinet Kerja.
Sekali lagi, Selamat bekerja!

Salam,
Poempida Hidayatulloh

Share this

Daulat Rakyat Atau Daulat Wakilnya?

Allahu Akbar, Luar biasa pendidikan politik yang didapat rakyat NKRI dari berbagai sumber contoh-contoh mulai dari para politisi, ulama, penguasa selama Pileg sampai Pilpres 2014. Indonesia memang hebat.

Terakhir ada seruan ancaman boikot Pelantikan Presiden-Wapres, saat proses MK masih berlangsung. Apakah yang bersuara sedikit lupa bahwa NKRI tercinta menganut sistem republik dengan asas kepemimpinan bersendi “Daulat Rakyat” ? Rakyat Indonesia harus kita selamatkan!

Majulah wahai semua pihak dari semua kalangan, selamatkan NKRI tercinta! Kita tunjukkan dan berikan pendidikan politik dan ber-Negara terbaik kepada rakyat Indonesia dengan semua disiplin keilmuan yang luas bahwa kita mampu menunjukkan kedewasaan sikap, toleransi, dan  objektivitas yang tinggi. Bahwa kita ikuti dan taat semua proses konstitusi yang sedang berlangsung sampai keluar hasil akhir.

Tetap mendudukkan pendapat untuk tidak memaksakan pendapat, dan selalu siap menerima kebenaran dari siapa pun datangnya. Kita wajib ingatkan diri kita semua tentang prinsip relativitas pengetahuan manusia. Sebab, kebenaran mutlak hanya milik Tuhan YME.

Salam Revolusi Mental

Poempida Hidayatulloh

Share this

Prabowo-Hatta Mundur? Pidana!

Saya sedikit kaget dengan sikap seperti ini dari Prabowo-Hatta, karena mundurnya Prabowo Hatta dari pencalonan akan terkena Sanksi Pidana Pasal 246 sesuai dengan UU no 42 th 2008 tentang Pilpres. Apakah memang Beliau tidak tahu atau tidak diinformasikan dengan baik? Seyogianya jika seseorang percaya pada proses Demokrasi, harus juga percaya pada proses hukum. Jika memang terindikasi ada masalah dan kecurangan silakan dapat diproses secara hukum sesuai dengan jenis dan kategori pelanggarannya. Itulah jalan keluarnya.

Salam Revolusi Mental
Poempida Hidayatulloh

Share this

Oh Minangkabau

Oh Minangkabau

Sedih rasanya jika melihat hasil perolehan pilpres 2014 di Sumatera Barat. Daerah yang seharusnya mempertimbangkan prestasi, kontribusi dan keberadaan seorang Sumando, bernama Jusuf Kalla (JK).
Bagi mereka yang belum kenal Pak JK, Beliau itu adalah Suami dari Ibu Mufidah yang asli orang Lintau, Tanah Datar. Rumah gadang Keluarga Ibu JK ini bisa dilihat di Lintau. Bahkan Putra Pak JK, Solihin J Kalla itu seorang Datuk di sana. Belum lagi Pak JK itu berbesan dengan Keluarga Bapak Arifin C Noor, orang Solok.
Mengapa kemudian Jokowi JK kalah telak di Sumater Barat? Padahal Saya sebagai Wakil Rakyat Sumatera Barat, selalu ingat perhatian Pak JK saat menjadi Wapres RI 2004-2009, pada Pembangunan Sumatera Barat. Tidak hanya itu, ketika Gempa melanda Sumbar pun, tidak sedikit penggalangan bantuan yang dikirim oleh Pak JK secara pribadi atau pun juga melalui jaringan Palang Merah Indonesia.
Namun, saya paham, sudah terlalu lama saya berkemcimpung dalam politik sehingga memang kontribusi yang tulus dan baik tidak serta merta proporsional dengan perolehan dukungan suara.
Saya sangat memahami bahwa Pak Jokowi dan Pak JK adalah 2 negarawan terbaik yang dimiliki Bangsa Indonesia.
Insya Allah, Sumatera Barat tetap akan menjadi perhatian Beliau Berdua dalam Pembangunan Nasional ke depan.
Saya akan menjaga hal itu agar tetap Sumatera Barat mendapatkan perhatian penuh. Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kepada masyarakat Mingkabau.

Salam Revolusi Mental
Poempida Hidayatulloh

Share this

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas