Saya Cabut Segala Gugatan Dalam Masalah Pemecatan Saya

Menyimak persahabatan antara Pak Fahmi dan Bang Ical, saat Bang Ical menjenguk Pak Fahmi di RS kemarin, membuat saya terharu dan semakin sadar akan arti persahabatan.
Politik adalah kepentingan yang tidak boleh kemudian memutuskan tali silaturahmi. Dan ini ditunjukkan oleh kedua senior saya tersebut.
Politik bagi saya adalah ajang melawan sesuatu yang bathil dan membela yang benar. Kebenaran dalam hal ini adalah silaturahim.
Ini pun yang ditunjukkan oleh Pak Jokowi dan Pak JK dengan para pesaing politiknya.
Oleh karena itu dalam menempuh proses untuk menuju kedewasaan dalam berpolitik, saya menyatakan akan mencabut segala tuntutan hukum yang berkaitan dengan kasus pemecatan saya pribadi dari Partai Golkar. Karena saya tidak ingin menjadikan politik ini sebagai suatu proses balas dendam pribadi.
Biarlah proses pemecatan dan nasib saya di Golkar akan dapat ditentukan di Munas Golkar mendatang.
Insya Allah Kita semua akan diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Salam,
Poempida Hidayatulloh

Share this

Gagasan ARB Golkar Sebagai Penyeimbang Bukan Gagasan Baru

Gagasan yang dilontarkan oleh Ketua Umum Golkar, ARB bukanlah sesuatu yang baru. Sayangnya Bang Ical baru menyadari tentang posisi ini pada situasi politik yang berbeda. Silakan menyimak tulisan berikut: “Saatnya Golkar Untuk Independen”. Ini adalah tulisan pada tahun 2011 yang mengangkat isu tentang independensi Golkar.

Jika saja ARB pada saat itu sudah membuat reposisi yang sekarang digagasnya mungkin prahara politik yang menimpa Golkar di Pemilu maupun Pilpres 2014 ini akan menjadi sesuatu catatan sejarah yang lain bentuknya.

Bisa saja apa yang digagas oleh ARB dalam memposisikan Golkar sebagai penyeimbang Pemerintahan baru ini masih relevan, namun situasi sudah berubah. Akan ada kompleksitas politik jika posisi tersebut diambil oleh Golkar saat ini dan ke depan. Mengapa demikian? Karena ada faktor seorang Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden terpilih di Pemerintahan mendatang. JK adalah mantan Ketua Umum Gokar dan Kader terbaik Golkar. Keberadaan JK di Pemerintahan tentu akan mewarnai kebijakan Pemerintahan ke depan. Akan sangat lucu sekali jika kemudian posisi Golkar tidak pada posisi mendukung Kadernya sendiri. Ini menjadikan posisi Golkar tersebut sebagai pertaruhan politik baru, yang jelas belum tentu menguntungkan Partai Gokar di kemudian hari. Terlebih lagi jika selama 5 tahun ke depan Pemerintah yang baru kemudian dianggap berhasil oleh Rakyat Indonesia.

Seyogianya permainan politik Golkar harus difokuskan pada dinamika persepsi publik. Apabila hanya dilandaskan logika kepentingan elitnya saja, maka akan membawa Golkar pada suatu proses penolakan Masyarakat yang akan mengecilkan keberadaan Partai ini.

Masih ada waktu bagi Golkar untuk melakukan reposisi politik. Masih terbuka suatu catatan sejarah baru bagi Partai Golkar ke depan. Namun jika peluang ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, tentu akan ada konsekuensi politik bagi Partai Golkar.

Poempida Hidayatulloh

Share this

Menakar Kenegarawanan Aburizal Bakrie

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) selama ini menampilkan sebagai sosok seorang philantropist yang sudah tidak memikirkan kepentingan dirinya lagi karena telah mampu secara ekonomi, dan bermaksud mendedikasikan dirinya untuk kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara. Hal ini tentu adalah suatu sikap kenegarawanan yang sangat baik, jika kemudian seorang ARB dapat menjaga konsistensi sikap tersebut.
Awal dari agenda pencalonan ARB sebagai Ketum Golkar diposisikan sebagai penyelamat Golkar, di mana ARB menawarkan solusi pendanaan abadi Golkar sebanyak 1 Triliun Rupiah. Sehingga di kemudian hari, Partai Golkar dapat mencapai suatu kemandirian dalam konteks finansial. Jika ini terealisasi, jasa ARB tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh kader Partai Golkar sepanjang jaman.
Gedung Partai Golkar setinggi 25 lantai pun dijanjikan ARB, dan tentu jika kemudian terbangun akan menjadi legacy ARB yang monumental.

Selanjutnya, ARB pun harus menyandang tugas berat sebagaimana diamanatkan oleh Munas 2009. Amanat Munas Partai Golkar tahun 2009 silam yang sangat penting adalah mewujudkan Catur Sukses Partai Golkar. Adapun keempatnya adalah sebagai berikut:
1. SUKSES KONSOLIDASI DAN PENGEMBANGAN PARTAI GOLKAR.
2. SUKSES KADERISASI DAN REGENERASI.
3. SUKSES KEMANDIRIAN, DEMOKRASI DAN PEMBANGUNAN YANG BERKESEJAHTERAAN.
4. SUKSES PEMILU 2009 – 2014

Sebagai seorang negarawan sejati, ARB seyogianya segera melakukan introspeksi atas segala janji dan amanat yang disandang seperti dipaparkan di atas.
Unsur terpenting dari seorang Negarawan adalah komitmen dan konsistensi dalam mewujudkan segala apa yang menjadi tanggung jawabnya, sebelum kemudian dia dapat mewujudkan aspirasi dan kepentingan rakyat banyak. Karena tanpa unsur yang pertama tujuan yang kedua tidak akan pernah terjadi.

Salam Revolusi Mental
Poempida Hidayatulloh

Share this

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas