PRESS RELEASE: Sebagaimana prinsip saya dalam berpolitik bahwa perjuangan itu harus berdasarkan jihad fisabilillah, yaitu berjuang untuk menuju kebenaran dan melawan kebatilan. Segala sesuatu apapun baik dalam berpolitik maupun dalam kehidupan bermasyarakat hal tersebut harus diutamakan. Terkait dengan surat saya pada 20 November 2014 kepada ketua mahkamah partai Golkar Bapak Prof. Muladi, adalah merupakan hak saya yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar yang mengatur tentang pembelaan diri pada saat Munas Golkar. Bahwa pembelaan diri saya tersebut sesuai dengan isi surat saya kepada Mahkamah Partai Golkar.
Selain itu saya merasa bahwa pertempuran politik yang terkait dengan perbedaan pendapat saya pada Pilpres lalu telah berakhir pada saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Bapak Jokowi dan Jk. Selanjutnya saya akan fokus kepada pekerjaan saya sebagai pengusaha dan mengurusi bisnis saya yang selama ini terbengkalai.
Terakhir, saya mengharapkan agar rilis ini tidak didipersepsikan lain, artinya bahwa komitmen saya tetap di Partai Golkar berdasarkan prinsip saya Satu Hidup Satu Partai. Dan biarlah surat tersebut yang menjawab semua pertanyaan yang ada. Agar segala sesuatunya dinilai sesuai dengan apa adanya.

image

Share this

Ayo Selamatkan Golkar!

Seperti yang kita semua saksikan telah terjadi suatu polarisasi politik antara Pemerintah dan Parlemen. Di mana kemudian menempatkan posisi Partai Golkar menjadi suatu Partai yang sangat strategis dan akan menentukan peta politik Nasional ke depan.
Ini membuat betapa pentingnya Musyawarah Nasional Partai Golkar bagi nasib segenap Bangsa Indonesia ke depan.
Oleh karena untuk dapat menempatkan Partai Golkar pada suatu posisi yang kuat dan bermartabat perlu kiranya, saya secara pribadi mengingatkan seluruh Kader Partai Golkar dengan apa yang sudah digariskan sebagai kebijakan Partai dalam kaitan tersebut. Ada pun kebijakan Partai tersebut adalah sebagai berikut:

Berdasarkan Program Umum Partai Golongan Karya Tahun 2009-2014 pada Pendahuluan

Alinea Keempat menyatakan:
“ Partai Golkar ditengah perkembangan situasi politik yang dinamis harus terus dan senantiasa memberikan kontribusi kepada seluruh aspek pembangunan bangsa. Untuk dapt berkontribusi dalam berbagai aspek, Partai Golkar harus berada dalam kondisi yang sehat, kuat, dan dinamis. Melihat kondisi dan realita yang ada, berdasarkan perkembangan politik 2004-2009, Partai Golkar harus memberikan perhatian yang serius terhadap eksistensinya sebagai salah satu partai besar yang telah memiliki banyak pengalaman dalam kancah perpolitikan nasional”.

Alinea Ketujuh menyatakan:
“ Kecenderungan penurunan kekuatan Partai Golkar akan terus berlangsung bila tidak ada upaya untuk menahan laju tersebut dan berusaha untuk menemukan faktor pengungkit (leverage factor) bagi kebangkitan partai. Partai Golkar harus melakukan refleksi dengan menghadirkan rasa keprihatinan terhadap kondisi partai meskipun harus tetap dibarengi dengan optimisme yang tinggi. Tanpa hadirnya rasa keprihatinan, pengelolaan Partai akan berjalan sebagaimana biasa seolah tidak ada ancaman sama sekali. Tanpa hadirnya rasa keprihatinan akan sulit bagi Partai Golkar untuk menemukan cara-cara baru menghadapi perubahan lingkungan strategis”.

Berdasarkan Misi Partai Golkar pada poin Ketiga menyatakan:
“ Misi Partai Golkar adalah mewujudkan pemerintahan yang efektif dengan tata pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan demokratis”.

Sesuai dengan Pernyataan Politik pada Munas VIII partai Golkar Tahun 2009 pada Poin Ketiga, menyatakan bahwa:
“Partai Golkar menyatakan komitmennya dan secara konsisten mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi secara tegas, adil tanpa pandang bulu, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip supremasi dan kepastian hukum demi terwujudnya dengan segera pemerintahan yang bersih dan efektif. Dalam kaitan ini, Partai Golkar dengan tegas menyatakan dukungan politiknya bahwa eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kuat dan independen masih relevan dan dibutuhkan bersama-sama dengan pemberdayaan Kejaksaan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang fungsional dan profesional sebagai penegak hukum, dengan mengacu kepada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia”.

Dengan demikian sesuai dengan kebijakan di atas saya pribadi meminta kepada KPK  dan PPATK untuk dapat membuka rekam jejak kepada seluruh Kader Partai Golkar mau pun Publik, berkaitan dengan rekam jejak dan integritas dari semua Calon Ketua Umum yang akan berkompetisi di Munas Golkar mendatang. Hal ini ditujukan untuk dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap Partai Golkar ke depan dan juga menunjukkan keseriusan Partai Golkar dalam hal pemberantasan Korupsi.
Saya mempunyai keyakinan bahwa semua Calon Ketua Umum pun tidak keberatan jika rekam jejak dan integritas mereka dibuka kepada Publik. Karena mereka akan menjadi calon-calon Pemimpin Nasional ke depan.
Semoga Allah memberkati Partai Golkar dan kita semua.

Share this

Golkar Baru, Pecat Kalau Tidak Setuju?

Semangat demokrasi di tubuh Golkar nampaknya kian memudar. Otoritarianisme dari elit nya semakin terlihat. Ini terjadi dengan bertubi-tubinya ancaman kepada pihak-pihak yang berbeda dengan orientasi politik DPP.
Wakil Ketua Umum Agung Laksono pun tidak juga luput dari ancaman tersebut. Agung yang giat mendorong Munas dilaksanakan Oktober 2014 demi AD/ART terancam didepak dari posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
Tidak hanya itu saja, semua pengurus daerah pun terancam dibekukan apabila menyuarakan atau mendorong Munas diselenggarakan di Oktober 2014.
Mengapa Golkar menjadi sedemikian mundur? Apakah egosentris elit Golkar semakin tidak terkendali dan tidak bisa lagi bermain politik secara cerdas?
Jika masalah seperti ini dibiarkan oleh segenap kader Golkar, Partai ini akan mundur. Jelas terjadi “Reversed Evolution”. Atau bahkan berpotensi terjadi “Destructive Revolution” (Revolusi yang menghancurkan).
Ini jelas menjadi tanggung jawab semua kader. Akankah semua kader berdiam diri saja? Mudah-mudahan tidak demikian. Karena Golkar mempunyai kader-kader yang kompeten yang kritis dan berani. Dan inilah saat di mana peran kader-kader itu mendapatkan tantangan yang jelas ada di depan mata.

Salam Kekaryaan
Poempida Hidayatulloh

Share this

Golkar Di Persimpangan Jalan

Partai Golkar adalah Partai besar dan matang bersejarah sebagai pelaku di NKRI. Menyikapi langkah-langkah para pemimpinnya selama Pileg dan Pilpres 2014, dibutuhkan doa secara berjamaah dari seluruh kader Partai Golkar se-Indonesia. Terutama tentang keinginan (apakah sejalan dengan kesiapan?) segelintir para elitenya untuk menjadi oposisi pada Pemerintahan kedepan.

Semoga pengambilan keputusan tersebut bukan tercetus dari emosi sesaat para elitenya. Sangat benar, keputusan menjadi oposisi adalah hal terhormat pada komposisi ber-Partai dan ber-Negara, tentu harusnya, dimulai dengan kronologis langkah-langkah yang terencana matang jauh-jauh hari sebelumnya. Dan bukan karena salah kaprah negosiasi segelintir elite Partai ini, sehingga “Salah-salah Langkah” Partai besar ini menjadi keterusan.

Dan kalau menjadi oposisi adalah keputusan akhir para elite Partai Golkar, semoga langkah dan kiprah Partai Golkar kedepan membawa kesejahteraan bagi internal rakyatnya (kadernya) dan seluruh rakyat Indonesia. Dan semoga Tuhan YME selalu melindunginya.

Salam Kekaryaan
Poempida Hidayatulloh

Share this

Menakar Kenegarawanan Aburizal Bakrie

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) selama ini menampilkan sebagai sosok seorang philantropist yang sudah tidak memikirkan kepentingan dirinya lagi karena telah mampu secara ekonomi, dan bermaksud mendedikasikan dirinya untuk kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara. Hal ini tentu adalah suatu sikap kenegarawanan yang sangat baik, jika kemudian seorang ARB dapat menjaga konsistensi sikap tersebut.
Awal dari agenda pencalonan ARB sebagai Ketum Golkar diposisikan sebagai penyelamat Golkar, di mana ARB menawarkan solusi pendanaan abadi Golkar sebanyak 1 Triliun Rupiah. Sehingga di kemudian hari, Partai Golkar dapat mencapai suatu kemandirian dalam konteks finansial. Jika ini terealisasi, jasa ARB tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh kader Partai Golkar sepanjang jaman.
Gedung Partai Golkar setinggi 25 lantai pun dijanjikan ARB, dan tentu jika kemudian terbangun akan menjadi legacy ARB yang monumental.

Selanjutnya, ARB pun harus menyandang tugas berat sebagaimana diamanatkan oleh Munas 2009. Amanat Munas Partai Golkar tahun 2009 silam yang sangat penting adalah mewujudkan Catur Sukses Partai Golkar. Adapun keempatnya adalah sebagai berikut:
1. SUKSES KONSOLIDASI DAN PENGEMBANGAN PARTAI GOLKAR.
2. SUKSES KADERISASI DAN REGENERASI.
3. SUKSES KEMANDIRIAN, DEMOKRASI DAN PEMBANGUNAN YANG BERKESEJAHTERAAN.
4. SUKSES PEMILU 2009 – 2014

Sebagai seorang negarawan sejati, ARB seyogianya segera melakukan introspeksi atas segala janji dan amanat yang disandang seperti dipaparkan di atas.
Unsur terpenting dari seorang Negarawan adalah komitmen dan konsistensi dalam mewujudkan segala apa yang menjadi tanggung jawabnya, sebelum kemudian dia dapat mewujudkan aspirasi dan kepentingan rakyat banyak. Karena tanpa unsur yang pertama tujuan yang kedua tidak akan pernah terjadi.

Salam Revolusi Mental
Poempida Hidayatulloh

Share this

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas